Apa yang sebenarnya membuat seseorang melakukan sesuatu



Inibaik.com - *Drive*. Fakta mengejutkan, apa yang sebenarnya membuat seseorang melakukan sesuatu.

Menjawab banyak pertanyaan, misalnya mengapa banyak ahli mau berkontribusi terhadap wikipedia yang tidak membayar mereka sepeserpun, sedangkan Microsoft Encarta yang membayar kontributornya malah gagal.

*[Siapa yang harus membaca artikel ini?]*

1. Siapa pun yang ingin mengetahui cara memotivasi diri dan orang lain secara efektif.

2. Manajer perusahaan/organisasi, agar organisasi lebih bergairah dan produktif.

***

*[Beberapa pelajaran]*

Hal yang memotivasi kita melakukan sesuatu ada tiga versi :

1. Kebutuhan dasar yaitu :  Makan, minum, kebutuhan biologis.

2. Motivasi ekstrinsik, motivasi dari luar diri berupa Reward & Punishment. Termasuk uang, gelar, penghargaan.

3. Motivasi intrinsik, motivasi dari dalam diri. Bisa disebut *Motivation ver 3.0*

Masih banyak perusahaan melakukan cara konvensional untuk memotivasi karyawan melalui "Reward and Punishment*. Bila berprestasi dapat hadiah, bila jelek dapat sanksi.

Namun praktisi manajemen heran, mengapa ada orang yang bermain musik setiap hari bahkan ketika tidak dibayar. Mengapa ada atlit besar yang berlatih setiap hari, padahal ia sudah hebat. Mengapa banyak programmer handal bergabung ke proyek Open Source Linux, tanpa dibayar.

Mengapa banyak orang mau meluangkan waktu sharing informasi di Wikipedia, rata-rata menghabiskan waktu 20-30% untuk proyek tersebut, bukan untuk bos yang menggaji mereka, tapi untuk proyek gratisan, tanpa dibayar sepeserpun.

Sebaliknya, proyek Microsoft, Encarta Ensiklopedia, yang membayar setiap kontributornya, malah gagal, dan tutup beberapa tahun lalu

***

*[Penelitian]*

Maka dilakukanlah penelitian dan percobaan. Diantaranya terhadap mahasiswa di MIT. Mereka diminta menyusun balok dan pemenang akan diberi hadiah. Hasilnya positif, reward membawa dampak positif.

Selanjutnya saat diminta mengerjakan test yang membutuhkan kognitif atau pemikiran kreatif, reward malah menghambat.

Test yang lain pada audiens berbeda, ketika diminta melukis -yang membutuhkan pikiran kreatif- dan dijanjikan sejumlah uang, hasilnya berantakan. Reward malah mengganggu konsentrasi peserta, mereka merasa tertekan. Hasilnya negatif.

*Simpulan sementara adalah :*

1. Reward cocok untuk pekerjaan mekanis. Teknik ini bisa digunakan pada pekerjaan mengepack barang, menyusun bangku, pekerjaan buruh, dll.

Misalnya, kita berikan pengumuman kepada karyawan packing : jika bisa ngepack barang 100 item, akan mendapat 100.000 rupiah. Maka teknik akan bekerja, Reward berpengaruh positif.

2. Sebaliknya reward tidak cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan pemikiran atau industri kreatif. Perlu teknik lain.

***

*[Dampak negatif Reward and Punishment]*

Reward dan Punishment dapat membawa dampak buruk, 4 contohnya  adalah :

1. Bisa memadamkan motivasi intrinsik.

Anak-anak dulunya adalah type intrinsik. Mereka mau melakukan apa saja, demi menjawab keingintahuan, tak perlu dibayar.

Namun ketika remaja, mereka terpengaruh oleh lingkungan, dimotivasi ekstrinsik melalui uang, penghargaan, gelar. Hasilnya? lihat saja kebanyakan orang dewasa saat ini :(

2. Menghancurkan kreativitas (seperti contoh penelitian di MIT)

3. Mendorong kecurangan.
Misalnya di bengkel ada reward, akan memberikan bonus bagi montir yang melakukan servis lebih dari 20 motor. Hal ini sering menjadi kontraproduktif, montir cenderung merekayasa, motor yang tidak perlu diservis akan diservis juga. Kemudian kualitasnya tidak terjaga karena mengejar kuantitas. Hal ini akan membawa dampak buruk bagi bengkel.

4. Contoh dampak buruk lain pada anak-anak, dilakukan test pada sebuah lomba. Pada test pertama, para juara diberi hadiah. Selanjutnya diadakan lomba kembali, semua anak-anak kembali ikut, kecuali para juara. Anak2 juara sudah tidak termotivasi.

Tuh, motivasi eksternal bisa berbahaya kan?

***

*[Motivasi Intrinsik, melalui AMP]*

Motivasi terbaik adalah hadir dari dalam diri sendiri. Dikenal dengan konsep AMP, yaitu :

*1. Autonomy (Self Direction).*

Karyawan tidak akan produktif kalau selalu diawasi. Sebaliknya, berikan mereka goal, dan bebaskan mereka memilih cara, waktu, teknik. Maka hasilnya akan positif.

Saat diawasi, maka karyawan  menempatkan tanggung jawab pada pengawas. Sebaliknya saat diberikan tanggung jawab dan kebebasan, mereka menempatkan tanggung jawab pada diri sendiri, yang lalu akan memunculkan potensi terbaik mereka.

Google, misalnya, membebaskan waktu kerja kepada karyawannya, dan membebaskan mereka untuk mengembangkan gagasan mereka sendiri. Dalam fase ini, pekerja Google melakukan inovasi berupa produk unggulan seperti Google News dan Google Mail.

Contoh lainnya adalah Zappos, perusahaan Call Center. Punya rekor karyawan yang resign sebanyak 35 persen setiap tahunnya. Alasannya karena harus berkomunikasi via telepon selama berjam-jam, yang tidak hanya membosankan tapi juga membuat stres.

Zappos, kemudian melakukan hal-hal yang berbeda. Karyawan diizinkan bekerja dari rumah tanpa tekanan manajerial, dan dapat mengarahkan percakapan dengan gayanya sendiri. Hasilnya mereka sangat termotivasi, sehingga lebih betah, lebih bahagia, dan lebih produktif.  Jumlah pelanggan yang dilayani meningkat lebih banyak, dan layanan mereka semakin lebih baik.

Banyak perusahaan mengadopsi strategi serupa. Para pekerja lebih termotivasi, bahagia, dan produktif.

*2. Mastery*

Inilah jawaban mengapa seniman bermain sepanjang hari. Atlit berlatih setiap hari. Anak-anak suka mengeksplor hal baru setiap hari. Jawabannya karena mereka ingin berkembang, menjadi ahli (master).

Atlit dan seniman besar, walaupun  telah jago, tetap saja mereka melakukannya lagi dan lagi tanpa dibayar dan tanpa dipuji, karena mereka ingin menjadi lebih baik lagi

*3. Purpose.*

Dua golongan mahasiswa dibedakan berdasarkan hasil wawancara. Golongan satu tujuannya financial, golongan lainnya tujuannya membantu orang lain

Beberapa tahun berikutnya golongan satu mencapai kesuksesan, namun mereka tidak puas dan tidak bahagia. Golongan lainnya lebih sukses dan lebih bahagia.

Purposes ini juga yang menjadi landasan orang-orang besar, seperti pendiri skype, apple, microsoft, facebook, dll. Mereka mempunyai purpose yang luar biasa, yaitu membantu dunia. Membuat mereka action secara bergairah dan tanpa henti.

***

*[Kesimpulan]*

1. Uang bukanlah motivator terhebat

2. Pekerja lebih produktif saat mereka punya waktu, teknik, tim dan cara sendiri (Autonomy). Lihat juga buku : How Google Works

3. Orang termotivasi ketika belajar keterampilan baru dan menghadapi tantangan baru (Mastery)

4. Motivator yang paling kuat adalah bahwa anda merasa pekerjaan anda berkontribusi pada kebaikan yang lebih besar (Purpose). Bagi seorang muslim sebaik-baik tujuan adalah Allah.

5. Jika ingin perusahaan atau organisasi anda lebih bergairah dan produktif, segera implementasikan motivasi versi 3.0, motivasi intrinsik, yaitu Autonomy, Mastery, dan Purpose.

Ingin tahu cara detail implementasinya? Next artikel ya.

Sumber :  "Drive", Daniel H. Pink (2009)

Diresume oleh Miftah Ridho

Subscribe to receive free email updates: